STB Tambunan’s…

February 5, 2010

(Khusus Pria Dewasa): Untung atau Rugi?

Filed under: Uncategorized


Dengan kaki bengkak, seorang pria licik datang ke rumah seorang pemilik kebun kelapa.

”Pak, saya menuntut ganti rugi!”

Dengan terheran-heran sang pemilik kebun bertanya,”Apa salah saya?”

”Tadi waktu saya berjalan-jalan di kebun Bapak, kaki saya kejatuhan buah kelapa dari salah satu pohon Bapak?”

”Ooo…Begitu, ya. Gampang. Berapa yang harus saya ganti?” tanya si pemilik kebun.

Merasa di atas angin, ”Dua setengah juta saja. Bapak beruntung lho, mestinya ongkos perawatan saya di rumah sakit lima juta. Tapi saya diskon 50%,” kata si pria.

”Ok, sebentar, ya,” kata sang pemilik kebun sambil mengeluarkan kalkulator.

Si pria licik tersenyum-senyum sendiri membayangkan uang yang akan diterimanya.

Beberapa saat kemudian sang pemilik kebun menyodorkan selembar kertas.

”Apa ini, Pak?” tanya sang pria.

”Itu tagihan saya. Cuma 40 juta, koq”jawab pemilik kebun.

”Lho, khan saya yang jadi korban!” si pria licik tadi jadi kebingungan.

Dengan santai sang pemilik kebun menjawab, ”Coba kalau yang kejatuhan kelapa tadi kepala Anda? Berapa biaya rumah sakit, biaya pemakaman, dan biaya lain-lain yang harus dikeluarkan oleh keluarga Anda karena kehilangan Anda? Tak terhingga, bukan? Jadi kalau tagihan saya hanya 40 juta, keuntungan yang Anda peroleh masih luar biasa besar”

February 4, 2010

Penghematan Di Masa Depan

Filed under: Uncategorized


 

“Pak, Anda pakai ukurannya siapa sih waktu menjahit celana ini? Celana yang Anda buat terlalu besar buat saya!” kata seorang pria dengan nada terdengar sedikit jengkel.

”Hmmm, maaf…mungkin saya salah. Baik akan saya ukur ulang,” jawab sang penjahit.

Beberapa menit kemudian,…

”Ok, akan saya perbaiki. Besok celana ini bisa Bapak ambil,” jawab si penjahit dengan kalem.

Keesokan harinya, sang pria datang kembali.

”Silakan dicoba dulu, Pak,” kata si penjahit dengan sopan.

Tiga setengah menit kemudian, sang pria keluar dari kamar pas, kali ini dengan muka merah menyala…

”Pak, Bapak ini sebenarnya bisa menjahit apa tidak sih? Kemarin kebesaran, sekarang kekecilan!”

Sang penjahit rupa-rupanya tidak diterima dikata-katain begitu,”Anda ini maunya apa. Dijahit sedikit lebih besar nggak mau! Padahal tujuan saya baik. Siapa tahu berat badan Anda naik, jadi Anda nggak perlu buang ongkos untuk bikin celana baru. Membuat celana itu jadi lebih kecil tujuan saya juga baik, biar Anda mau diet! Kalau berat badan Anda turun sedikit, Anda pasti lebih sehat!”

Sang pria,????

February 3, 2010

Kontan-Melawan Dominasi Produk China Lewat Inovasi dan Distribusi

Melawan Dominasi Produk China lewat Inovasi dan Distribusi

January 31, 2010

Kurang!!!

Filed under: Uncategorized


Seorang Mama sedang mencoba menasihati ke anak sulungnya yang terlalu milih-milih makanan, apalagi sama yang namanya sayuran. Beda banget sama anak bungsunya yang doyan makannya amit-amit!!! Mirip banget kayak Papanya…

Ketika si anak sulung terlihat memijit-mijit kepalanya, si Mama tanya,”Tahu nggak, Bang, kenapa kau gampang pusing?”

“Hmmm…tahu, Ma. Karena kurang sayur khan…,”jawab si Abang dengan cueknya

Gerah dengan kecuekan anaknya, pertanyaan bernada didikan dari sang mama pun berlanjut, “Tahu, kenapa kamu suka susah ke belakang?”

Masih dengan ketidakpeduliannya, si sulung menjawab, “Iya…karena kurang pisang….”

Lantas diambil komik Doraemonnya, dibaca sambil tiduran di sofa

Si mama mulai jengkel.

Melihat posisi anaknya yang seperti itu, seolah dapat kesempatan terbuka, dilanjutkannya komentarnya.

Kali ini nadanya agak meninggi.

“Tahu, kenapa orang bisa pakai kacamata?”

“Tahu…kurang wortel….,”dengan santai si Abang menjawab

Kesabaran habis, sang Mama mulai ngomel,  “Abang tahu akibatnya kalau kurang sayur jadi gini, kurang buah jadi gitu, kurang wortel bisa sakit mata, trus kenapa dipertahankan kebiasaan yang nggak baik itu?

Si sulung dengan cueknya yang kebablasan nggak ngrespon sama sekali…

Matanya tetap terfokus pada komik di depan matanya.

Mungkin karena dilihat Abangnya diam, si Adek yang dari tadi (cuman pura-pura) membaca, nyeletuk, “Kalau Adek kurang apa, Ma?”

Nggak ngira ditanya gitu, sang mama yang lagi jengkel hanya bisa ngomong, “KURANGI MAKANMU!

Tawa sang Papapun meledak, “Huahahaha….!!!”

 

 

 

January 29, 2010

Menghitung Eco-Efficiency

Filed under: Uncategorized, EMA


Baru saja saya memperoleh beberapa pertanyaan (tapi yang saya bahas hanya dua) seputar eco-efficiency dari seseorang yang sedang merancang indikator eco-efficiency di sebuah UKM sub-sektor pengolahan.

Dari sebuah referensi, ybs menemukan:

"Eco-efficiency adalah rasio antara output (product) dengan environmental impact added (dalam jurnal Roger Burrit Eco-efficiency in corporate budgeting) dan literatur dari world business council for sustainable Development tentang eko-efisiensi, dituliskan rasio nilai produk/ jasa per pengaruh lingkungan"

Pertanyaannya:

  • Pertama, bagaimana penyelesaian rasio tersebut terkait produk yang dihasilkan dengan dampak lingkungan yang diakibatkan adanya produk tsb? Adakah perhitungan angkanya?
  • Pertanyaan kedua, apakah ada rumus yang terkait dengan itu? Indikatornya apa saja? Di dalam jurnal bapak terdapat rasio EPP (Ecological Payback Period),apakah hampir sama?

 Dan ini jawaban saya:

  • Untuk menghitung economics-ecological efficiency (selanjutnya disebut eco-efficiency), kita dapat menggunakan rumus matematika dalam tulisan Schaltegger, yaitu rasio antara Economic Performance Indicator dengan EPI (Environmental Performance Indicator). Rumus ini dapat kita anggap sebagai penerjemahan matematis dari rumus Burrit.

 Contohnya:

  • Biaya operasional/ Jumlah limbah produksi.
  • Pendapatan operasional/ jumlah air yang digunakan dalam proses produksi.

 Tambahan:

  • Tidak ada "standarisasi" economic performance indicator maupun enviromental performance indicator. Kita dapat mengambil indikator pencapaian ekonomi dari laporan keuangan perusahaan, sedangkan indikator pencapain lingkungan dapat diperoleh dari laporan/ data aktifitas yang berhubungan dengan lingkungan milik perusahaan (penggunaan material, energi, air, & limbahnya).
  •  Untuk pertanyaan kedua, EPP merupakan salah satu indikator Environmental Investment yang sifatnya jangka panjang (long term). Jadi tidak tepat untuk digunakan. Dalam konteks Environmental Management Accounting (EMA), saya sarankan untuk terlebih dahulu mempelajari framework EMA yang ditulis oleh Burrit & Schaltegger.

 Semoga bermanfaat!

January 17, 2010

Hm vs Asyik

Filed under: Uncategorized


Minggu pertama kuliah (setelah 30 menit):

Dosen: Saudara-saudara, itu tadi silabus mata kuliah dan aturan main perkuliahan di kelas saya sepanjang semester ini. Pertemuan hari pertama saya akhiri sampai di sini. Selamat siang…

Mahasiswa: Asyik!

 

Minggu kedua (menjelang akhir jam kuliah):

Dosen: Saya sebelumnya minta maaf, minggu depan saya ada seminar di luar kota, jadi kuliah minggu depan ditiadakan. Materi kuliah sudah saya siapkan. Tinggal Saudara fotocopy…

Mahasiswa: Asyiik!!

Minggu keempat (kuliah baru berjalan 15 menit):

Dosen: Saya agak kurang enak badan hari ini. Kuliah hari ini saya persingkat! Tolong, Saudara jangan lupa mempelajari seluruh materi-materi yang garis besarnya sudah saya berikan tadi…

Mahasiswa: (…pelan sekali…) Asyiiik!!!

 

Minggu keenam (di kelas hanya ada empat orang mahasiswa, normalnya sih 25 orang…):

Dosen: Ke mana kawan kalian yang lain?

Mahasiswa: Ada kegiatan kampus, Pak?

Dosen: hm…

 

Minggu ketujuh (mahasiswa terlihat ogah-ogahan waktu kuliah)

Dosen: Kalian sepertinya tidak semangat kuliah, ya?

Mahasiswa: Capek, Pak. Banyak tugas…

Dosen: Hmm…

 

Minggu kedelapan (persiapan ujian tengah semester)

Dosen: lho, kelasnya koq sepi lagi. Ke mana yang lain???

Mahasiswa: Biasa, Pak. Perpanjangan minggu tenang.

Dosen: Hmmm…

 

Minggu kesepuluh (minggu pertama paska ujian tengah semester):

Mahasiswa: Pak, soal UTSnya kemarin susah sekali…

Dosen: Asyik, dong….

Mahasiswa: Hmmmmm……

January 16, 2010

Ujian Kehidupan

Filed under: Uncategorized


Dua orang pria tengah menikmati kopi dan penganan kecil di sebuah kafé di salah mal. Mereka terlihat asyik mendiskusikan berbagai hal, termasuk penampilan dan perilaku para pengunjung mal.

Beberapa meter dari tempat mereka duduk, terlihat sepasang suami istri dengan anaknya yang masih balita. Mereka sepertinya berasal dari keluarga sangat sederhana. Tidak ada keceriaan sama sekali di wajah mereka. Sang anak terlihat memakai baju dan celana pendek yang sudah kekecilan…sangat kekecilan…

Pria A: Kasihan, ya….

Pria B: Pasti maksudmu keluarga itu, ya…

Pria A: Iya…

Pria B: Nggak perlu terlalu sensitif, itu bagian dari ujian kehidupan…

Pria A: Hidup ini tidak adil. Kita bersenang-senang, duduk santai minum kopi di mal. Tapi coba kamu lihat bagi anak itu…!!!

Mereka berdua hanya bisa menghela nafas panjang…

Beberapa saat kemudian, dua orang wanita muda ganti melewati kafe mereka. Mirip dengan anak kecil terdahulu, keduanya bercelana “kekecilan”. Bedanya, wajah mereka terlihat sangat berbunga-bunga….

Pria A: Kasihan, ya…

Pria B (dengan nada sinis): Iya, ya….mereka pasti nggak punya uang cukup untuk beli celana yang lebih besar….Benar katamu, hidup ini memang tidak adil..

Pria A: Ujian hidup memang berat, ya.

Pria B: Setuju, wanita-wanita itu sebenarnya perlu dikasihani…

Pria A: Salah!!! Bukan mereka yang perlu dikasihani!! Yang diuji juga bukan mereka!!!

Pria B: Lalu siapa?

Pria A: Ya, akulah! Ada dua cewek segitu cakep, aku justru minum kopi sama kamu!!!

Pria B: ???

Ring Tone

Filed under: Uncategorized

A: Kenapa sih pembantu di sebelah sering sekali keluar masuk?

B: Gara-gara ring tone HP yang punya rumah

A: Koq bisa?

B: Iya, ring tone seisi rumah sama semua. Padahal, di rumah itu ada lima orang. Bapak, Ibu, dan tiga anaknya.

A: Apa masalahnya kalo sama?

B: Ya, pasti masalahlah. Soalnya ring tone mereka berbunyi,"MBAAAAK, AMBILKAN HP SAYA!"

A: Oooooo….

January 15, 2010

Butuh Pekerjaan…

Suatu hari di kelas Manajemen Sumber Daya Manusia….

Dosen: Saudara-saudara, apa yang paling dibutuhkan seorang sarjana ketika sedang mencari pekerjaan?

Mahasiswa sangat pintar: Kepuasan, Pak!!!

Dosen: Kurang tepat, ada pendapat lain?

Mahasiswa pintar: Uang, Pak

Dosen: Masih belum pas, pendapat lain?

Mahasiswa biasa-biasa: PEKERJAAN, Pak!!!

Dosen: Itu baru jawaban JENIUS!!!

….

Get the job, and you will get everything…hopefully…:)

January 10, 2010

Aneka Jamur Olahan

Yang ini namanya Mie Jamur de Tambs…:)…Harganya? Rp 7.500/ porsi…Bungkuzzzz…

Mie Jamur de Tambs 

Kalau yang ini, namanya Ca Jamur Gledex…hehehe….cocok buat yang suka ama yang pedes-pedes…btw bus way…tingkat ke-"hot"-annya bisa diatur sesuai permintaan. Harga mulai dari Rp 9.000/porsi…yummy…

Ca Jamur Gledex 

Trus, yang berikut ini, diberi judul ama istri saya "Pepes Jamur Tahu"…harganya, mulai dari Rp 8.000/porsi…

 Pepes Jamur Tahu

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer